Pengabdian Masyarakat

Inspirasi dan Motivasi bagi Mahasiswa

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

dwi Rohmadi | Kamis, 19 November 2020 - 14:32:08 WIB | dibaca: 167 pembaca

Maulid Nabi Muhammad

KELUARGA besar STIT Pringsewu menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahad (15/11) di Kampus Pardasuka. Dalam acara yang diisi mauidzoh hasanah Ustazd Abdul Malik ini, juga dihadiri Kepala Pekon Pardasuka, Jefri Adi Sofyan SH, pengurus dan anggota Muslimat NU, serta dosen, dan mahasiswa.
Dalam ceramahnya, Ustazd Abdul Malik mengatakan pentingnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, bagi umat Islam untuk menunjukkan rasa cinta kepada Rosulullah SAW. Bila cinta, ucapnya, tentu kita akan terus ingin mendekat kepada yang kita cintai itu. Bahkan, akan melakukan apapun demi yang kita cintai itu. Namanya mencintai, melampaui apapun, akan dilakukan demi yang dicintainya.
Ustazd juga mensitir hikmah, bahwa ada malaikat yang bisa menghitung setiap butir tetesan air hujan, tetapi tidak bisa menghitung kebaikan umat Islam yang membaca sholawat kepada Nabi. Demikian salah satu hikmah mencintai Nabi dengan memperbanyak sholawat. 
“Saya yakin kita semua mengharap syafaat dari beliau, dan setiap hari membacakan sholawat. Mari kita perbanyak membaca sholawat, semoga kita semua mendapat syafaat beliau nanti,” tuturnya.
Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd. dalam sambutannya mengungkapkan, Peringatan Hari Besar Islam di STIT Pringsewu menjadi program rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Termasuk Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini, dilaksanakan meski dalam suasana pandemi n-Covid 19. 
“PHBI merupakan salah satu medium menanamkan nilai-nilai moral dan akhlaqul karimah, menambah pengetahuan dan wawasan agama, serta memperkuat iman dan takwa. Semoga kita bisa membumikan ajaran Rosulullah SAW dalam aktivitas sehari-hari,” kata Dwi Rohmadi. Sebagaimana tujuan diutusnya Nabi Besar Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlaq, serta dalam diri Rasulullah terdapat teladan yang baik.

Dia juga berpesan kepada mahasiswa agar menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman bersikap dan tingkah laku. Dia mengajak setiap diri  untuk terus bersemangat belajar, sebagai wujud generasi pembelajar yang bertanggung jawab terhadap diri pribadi maupun terhadap bangsa dan negara.

 
Mahasiswa, lanjut Dwi Rohmadi, adalah pewaris kepemimpinan bangsa. Oleh karena itu menjadi mahasiswa harus menjadi generasi yang kuat, tangguh, bersemangat, dan santun, serta menerapkan ajaran agama di manapun berada. Di pundak mahasiswa, masa depan bangsa dipertaruhkan. (*)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)