Bertambah Lagi Dosen STIT Pringsewu Bergelar Doktor
Memperkuat kompetensi dan kontribusi keilmuan bagi masyarakat

By Admin STIT 02 Jun 2021, 23:06:33 WIB Pendidikan
Bertambah Lagi Dosen STIT Pringsewu Bergelar Doktor

Keterangan Gambar : Doktor Salamun


BERTAMBAH lagi dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu yang meraih gelar Doktor. Dr. H. Salamun, dinyatakan lulus ujian disertasi dengan predikat sangat memuaskan, dalam Ilmu Manajemen Pendidikan Islam pada  Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung secara daring, Senin, 31 Mei 2021

Penelitian yang diangkat Salamun dalam disertasinya yakni "Kepemimpinan Profetik dan Kepemimpinan Demokratik Pancasila dalam Perspektif Islam".

Sidang Terbuka Promosi Doktor itu diketuai Rektor UIN Raden Intan Prof. Dr. H. Moh Mukri, M.Ag, Sekretaris Dr. Koderi, M.Pd., Penguji 1 : Prof. Dr. Hj. Siti Patimah, M.Pd., Penguji 2 (Promotor) : Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, M.Pd., Penguji 3 (Co-Promotor 1) : Prof. Dr. H. Achmad Asrori, M.A., Penguji 4 (Co-Promotor 2) : Dr. Hj. Erlina, M.Ag, dan Penguji 5 : Dr. H. Jamal Fakhri M.Ag.

Baca Lainnya :

Salamun yang juga Ketua Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam STIT Pringsewu itu mengangkat penelitian tentang Kepemimpinan Profetik dan Kepemimpinan Demokratik Pancasila dalam Perspektif Islam, karena ingin menggali konsep kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam lembaga pendidikan madrasah.

Menurut dia, kepemimpinan profetik dalam perspektif Islam di lembaga pendidikan madrasah menerapkan konsep prophetic leadership dalam kepemimpinannya dengan menekankan pada keempat sifat-sifat Nabi yakni Siddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah.

Dia mengatakan Kepemimpinan Demokratik Pancasila dalam perspektif Islam di lembaga pendidikan madrasah harus dilakukan dengan dua fungsi kepemimpinan, yaitu manajer dan koordinator. "Segi nilai-nilai kebenaran dan keyakinan dalam menjalankan kepemimpinan dalam sebuah organisasi," kata Salamun yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dua periode ini.

Sedangkan Kepemimpinan Demokratik Pancasila dalam perspektif Islam ialah kepemimpinan yang dibangun dan dipraktikkan berdasarkan hikmat atau kebijaksanaan.

"Hikmat itu ilmu kenabian dan kesempurnaan ilmu yang dapat memahami Al-Quran dan Sunnah secara mendalam sehingga dapat membedakan yang haq dan yang bathil, dengan demikian berarti sebangun dengan makna profetik (kenabian) itu sendiri," kata dia.

Salamun menuturkan, kepemimpinan demokratik pancasila yang berlandaskan kepada ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan hikmah serta menjunjung tinggi keadilan ialah merupakan sintesa dari kepemimpinan profetik dengan kepemimpinan demokratik atau kepemimpinan liberal.

Salamun melanjutkan, penelitiannya kemudian disebut sebagai model kepemimpinan demokratik berketuhanan (Godly Democratic Leadership) sangat tepat (kompatibel) untuk diterapkan pada kepemimpinan kepala madrasah.

“Peneliti berkesimpulan bahwa, Kepemimpinan demokratik yang berketuhanan merupakan sintesa kepemimpinan profetik demokratik liberal," imbuh pria yang banyak menulis artikel di media massa ini.

Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd., mengatakan, dengan bertambahnya dosen yang berpredikat doktor, diharapkan semakin memperkuat eksistensi dan kontribusi STIT Pringsewu terhadap pengembangan keilmuan dan maslahat bagi masyarakat.

"Hari ini keluarga besar STIT Pringsewu bersyukur dan berbangga, karena bertambah lagi dosen yang meraih gelar doktor. Pencapaian Pak Salamun ini merupakan bentuk keseriusan dalam peningkatan mutu dan komitmen memajukan pendidikan. Harapan kami, ilmu bermanfaat bagi umat," tuturnya. (*) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment