Dosen Harus Miliki Nilai Keunggulan Diri
Seminar Pengembangan Profesionalisme Dosen PTKI - Penguatan Kompetensi dan Peningkatan Jenjang Akademik

By Admin STIT 22 Des 2022, 00:09:29 WIB Pengabdian Masyarakat
Dosen Harus Miliki Nilai Keunggulan Diri

Keterangan Gambar : seminar profesi dosen


Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu menyelenggarakan seminar dengan tema Pengembangan Profesionalisme Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Senin, 19 Desember 2022 di aula kampus setempat. Seminar ini diikuti oleh dosen STIT Pringsewu dan sejumlah dosen STIT Al-Multazam, STIT Tanggamus, STEBI Liwa dan STEBI Tanggamus Lampung.

Narasumber seminar Dr. H. Fauzi, Rektor Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung dengan materi Peningkatan Kompetensi dan Jenjang Jabatan Akademik Dosen, Dr. Moh. Masrur, dosen STIT Pringsewu, menguraikan tentang Dosen Profesional.

Sementara, Direktur Program Pascasarjana STIT Pringsewu Dr. H. Salamun memaparkan tentang Reputasi Kampus dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Baca Lainnya :

Dr. Fauzi menyatakan, seorang dosen harus melaksanakan tugas dan fungsi yakni tridharma perguruan tinggi dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Untuk dapat mewujudkan hal ini, dosen harus melakukan pengembangan diri secara terus menerus dan berkelanjutan.

“Tingkatkan kompetensi diri, inovasi, berkolaborasi dengan dosen-dosen dari perguruan tinggi lain, dan juga harus rajin mengelola administrasi kegiatan. Sehingga nanti berdampak pada peningkatan jenjang jabatan akademik dosen,” tuturnya.

 Dia juga mengungkapkan, menjadi dosen berarti harus terus belajar dari berbagai sumber dan cara. Untuk menghasilkan inovasi dan kebaruan, dosen dapat melakukan model amati, tiru, modifikasi (ATM).

Narasumber lain Dr. Masrur mengungkapkan, dosen adalah pendidikan sekaligus ilmuwan yang bertugas mentranformasikan ilmu pengetahuan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Penting bagi seorang dosen untuk tekun atau konsisten dan tertib mengadministrasi kegiatan.

“Artinya, menjadi dosen itu harus seutuhnya, sebagai pendidik profesional, memiliki wawasan pedagogik, berkepribadian baik dan dapat menjadi teladan bagi mahasiswa, dan supel dalam bergaul,” ucap Masrur.

Dr. H. Salamun mengupas tentang pentingnya dosen fokus pada tujuan dan terus bersemangat menambah ilmu.  “Dosen tidak boleh berhenti belajar, tetapi justru harus terus belajar dari berbagai mode pembelajaran. Sehingga dosen dapat membelajarkan mahasiswa dengan baik,” kata dia.

Untuk melakukan pengembangan diri, lanjut Salamun, harus dilakukan bertahap, telaten, dan yang terpenting mencintai tugas dan pekerjaan sebagai seorang dosen. “Jadi dosen harus dinikmati, fokus mengembangan diri, dan berkarakter dalam mendidik generasi muda,” imbuhnya. 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment